Sunday, July 30, 2023

KAMI MERASA GAGAL DALAM MENDIDIK ANAK ADAKAH SOLUSI ?

 

Para sahabat, rekan kerja, rekan seperjuangan, dan siapapun yang tak dapat kami sebutkan namannya kami mencoba menyambung kembali pengalaman kami tentang  cerita kehidupan anak kami dan keluarga kami.

Pembaca yang budiman

Kami sadar bahwa seorang anak terlahir adalah terlahir sebagai  fitroh, maka sesuatu yang sedikit saja perilaku kedua orangtua akan berpengaruh padanya. Oleh sebab itu semua potensi kebaikan mestilah senantiasa diajarkan orang tua khususnya ibu kepada sang buah hati agar ia terbiasa menerima lingkungan dan pengetahuan yang baik. Dan perlu juga disadarai bahwa ketika potensi kebaikan lebih dominan ketimbang potensi keburukan, maka sang anakpun akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh iman dan kokoh akhlaknya. Tapi sebaliknya, jika potensi keburukan yang lebih dominan, maka kemungkinan besar sang anak akan tumbuh jauh dari norma-norma islami. Hal ini saya rasakan dan bandingkan antara anak yang di didik di pondok pesantren dengan anak yang di didik di luar pondok pesantren. Ini benar adanya karena ternyata lingkungan banyak mempengaruhi pertumbuhan dan  perkembangan anak.

Demikian juga anaku seiring berjalannya waktu, anaku tumbuh berkembang dengan baik, bahagia sudah keluarga kami.Kami menjalani hidup dengan sederhana kami menanamkan agar kelak kedua anaku menjadi insan yang mulia disisi Allah dan dapat menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan kelak walaupun anaku tidak di didik di lingkungan pondok pesantren. Kami berupaya memberi pelajaran pendidikan agama di rumah dengan mendatangkan guru/ustad untuk mendidik anaku.

 Maafkanlah Ibu dan Bapak mu nak !

Apa itu arti dari seorang ibu ?

Makna menjadi seorang ibu sebenarnya tidak ada habisnya. Seorang ibu adalah pelindung, pendisiplin dan teman. Seorang ibu adalah manusia yang tanpa pamrih, pengasih, yang harus mengorbankan banyak keinginan dan kebutuhan mereka untuk keinginan dan kebutuhan anak-anak mereka. Seorang ibu akan bekerja keras untuk memastikan anak mereka dibekali dengan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan untuk menjadikannya sebagai manusia yang berguna di masa yang akan datang. Memang menjadi seorang ibu yang baik mungkin merupakan pekerjaan tersulit namun paling bermanfaat yang pernah dialami seorang wanita.

 Apa itu arti dari seorang Ayah ?

Ayah di mata anak-anaknya selalu dipandang sebagai sosok yang pintar dan dapat menyelesaikan persoalan dengan baik bagi anak-anak. Tak dapat di pungkiri sebagai seorang anak akan mendambakan seorang bapak. Mereka butuh sosok ayah yang selalu mau membantu mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi bagi si gadis cilik, bantuan ayah berpengaruh positif terhadap perkembangan intelektualnya. Sedang untuk si perjaka kecil, ayah akan mengilhaminya dan melakukan strategi pemecahan masalah, berpikir dan memilih kata-kata dalam berbicara. Ayah sering digambarkan sebagai superhero untuk keluarganya, apalagi bagi anak perempuan. Bagi anak perempuan, Ayah merupakan laki-laki pertama yang akan selalu jatuh cinta padanya. Bagaimana tidak ? Ayah akan menuruti apa yang putrinya inginkan, tidak pernah marah, dan selalu khawatir, dicari, dijaga, dan dilindungi sepenuh hatinya. Entah karena berhubungan dengan telepati atau hanya kebetulan, Ayah dan putrinya selalu berkaitan, insting Ayah kepada putrinya sangat kuat, sehingga itulah salah satu alasan kenapa anak perempuannya selalu dicari. Tetapi,bukan berarti Ibu tidak ya. Orang tua merupakan cinta pertama anak anaknya, hanya saja sudah bukan rahasia jika anak perempuan lebih dekat dengan Ayahnya, dan anak laki-laki lebih dekat dengan Ibunya. Jika dilihat dari sisi sebaliknya, ternyata ada ayah yang membuat anaknya trauma, entah sengaja atau tidak. Jika sudah trauma, sulit untuk disembuhkan. Banyak kita jumpai anak anak yang kondisi psikis maupun fisiknya terkena yang disebabkan oleh Ayahnya sendiri.

Hampir setiap anak diajarkan harus menghormati orangtua, beberapa orangtua pun seringkali memberikan nasihat-nasihat pada anak agar menjadi anak yang pandai, rajin, berbakti pada orangtua dan lain-lain.

Orangtua bahkan cukup sering memberikan anak instruksi atau nasihat, yang membuat anak harus meyakini bahwa nasihat yang diberikan adalah benar dan harus diikuti. Bahkan jika dilanggar, tak jarang ada omelan atau hukuman yang menanti anak.

Hal ini yang membuat anak selalu merasa salah dimata orangtua, padahal di sisi lain anak mungkin belum memahami apakah nasihat orangtua selalu benar. Sayangnya, cara ini bisa menyebabkan dampak serius pada psikologis anak

 Apa Arti Seorang Anak ?

Bergantung pada konteks pertanyaan, jawaban untuk pertanyaan “apa itu anak” akan berbeda. Secara biologis, Seorang anak adalah manusia antara tahap kelahiran dan pubertas atau antara periode perkembangan masa bayi dan pubertas. Anak adalah sebagai rahmat Allah, amanat Allah, barang titipan, penguji iman, media beramal, bekal di akherat, unsur kebahagiaan, tempat bergantung di hari tua, penyambung cita-cita, dan sebagai makhluk yang harus di didik.

Definisi hukum terkait seorang Anak umumnya mengacu pada anak di bawah umur, atau dikenal sebagai orang yang lebih muda dari usia mayoritas. Anak juga dapat menggambarkan hubungan dengan orang tua (seperti putra dan putri dari segala usia). Hal ini saya baca dari beberapa literature tentang anak, namun bukanlah menjadi acuan tetapi anaku memang lahir dari kedua orangtua yang syah berdasarkan syariat Islami.

Oleh karena itu bagi seorang anak, harapan sebagai kedua orangtua kiranya berbuat baik dan berbakti kepada orangtua bukan sekadar memenuhi tuntunan norma susila dan norma kesopanan, namun yang utama adalah dalam rangka menaati perintah Allah Ta'ala dan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam. Islam memang mewajibkan seorang anak untuk selalu berbakti kepada orangtua dengan selalu taat akan perintahnya, berbuat baik dan tidak menyakiti hati orangtua. Namun, tak hanya anak saja yang harus menjaga perasaan dan hati orangtua, anak juga berhak dijaga perasaannya oleh kedua orangtuanya. Anak adalah anugerah sekaligus amanah yang diberikan Alloh SWT kepada setiap orang tua. Berbagai cara dan upaya dilakukan orang tua agar dapat melihat anak-anaknya tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya. Namun seringkali harapan tidak sesuai dengan kenyataan, entah karena terhambatnya komunikasi atau minimnya pengetahuan kita selaku orang tua tentang bagaimana agama Islam memberikan tuntunan dan pedoman tentang memperlakukan anak sesuai dengan proporsinya.Rasulullah SAW mengajarkan bahwa ada dua hal potensial yang akan mewarnai dan membentuk kepribadian anak yaitu orang tua yang melahirkannya dan lingkungan yang membesarkannya.

 Anakku yang  bandel, pembangkang bagaimana mendidiknya

Setiap manusia pasti mendambakan keluarga sakinah, dilengkapi dengan adanya anak-anak yang sholeh dan sholehah, sejuk dipandang mata. Rasulullah saw. telah mengajarkan sebuah do’a :

“Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyatinna qurrota ‘ayun waj’alna lil muttaqina imama” (ya Allah berikan kepada kami istri dan keturunan yang sedap dipandang mata dan jadikanlah kami pemimpin orang-orang yang bertakwa)


       Tetapi do’a saja tidak cukup melainkan harus didukung dengan upaya maksimal dalam mendidik dan mengarahkan prilaku anak sesuai dengan perkembangan usianya. Anak adalah anugrah Allah yang sangat besar, amanah yang harus dijaga dan di didik agar kelak menjadi insan rabbani. Akhlak seseorang sering kali terbentuk karena pengaruh pendidikan sejak kecil. Oleh sebab itu setiap orang tua hendaknya berusaha untuk mendidik anak-anaknya dengan baik.
 
Firman Alloh SWT : “Hai orang-orang mukmin, Sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka),  Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
”( QS.64 Ath-Taghobun : 14 )
 
        Orangtua memiliki tanggung jawab sangat besar sekali terhadap anak-anaknya. Seperti merawat sejak dalam kandungan hingga lahir ke dunia, mengajari, membiayai, serta menyekolahkan dan mendidik anak agar tumbuh menjadi orang yang baik dan bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya saat anak sudah tumbuh menjadi orang dewasa nanti. Tetapi perlu diingat pula  lingkungan keluarga sangat berpengaruh terhadap kepribadian seorang anak.


        Masalahnya sekarang bagaimana menyikapi seorang anak yang bandel,  pembangkang ? Sikap bandel bagi seorang anak sebenarnya bukan masalah, bahkan bisa dikatakan sebagai fenomena yang wajar dan sehat. Bagi orang tua tidak perlu merasa terganggu dengannya. Seorang anak sering kali bersikap bandel, karena ia sedang dalam proses menunjukkan dirinya. Jadi sikap bandel bagi seorang anak boleh jadi merupakan media untuk mendemonstrasikan bahwa ia ada dan harus diperhatikan. Biasanya keinginan untuk memperhatikan jati diri ini sering kali muncul pada tahun-tahun pertama. Maka tidak bisa dipungkiri bahwa keaktifan seorang anak pada tahun-tahun pertama tersebut bisa dianggap hal yang sangat mengganggu bagi kedua orang tuanya, khususnya bagi seorang ibu sebagai orang yang paling dekat dengannya. Bila dipelajari secara jeli nampak bahwa sikap seorang anak terkesan bandel karena dua faktor : Perbedaan  keinginan dan daya nalar sudah barang tentu pengertian seorang anak kecil tidak akan pernah sama dengan pengertian orang tua. Sebab masing-masing mempunyai daya nalar dan kemampuan berpikir yang berbeda. Perbedaan inilah yang sering kali menimbulkan kesalahan presepsi. Sikap tidak tenang dan selalu gelisah anak yang bandel cenderung keras kepala, dinamai keras kepala karena anak tersebut selalu mengulangi kesalahan meskipun ia tahu bahwa pekerjaan itu salah. Problem ini terletak pada ketidakmampuan jiwanya dalam menghakimi dirinya bahwa ia bersalah atau tidak. Artinya perbuatan salah yang dilakukan sang anak dengan sengaja dan terus menerus dikarenakan oleh kondisi psikologis yang dilaluinya, dan boleh jadi itu bisa dianggap sebagai cara sang anak untuk memperlihatkan keberadaan dirinya pada orang sekitarnya………….
 
Kenapa anaku pembangkang ? inilah pertanyaan yang selalu muncul dibenak kami ada apa dan dosa apa atas perbuatan kami ?


Pembaca yang budiman memang kami menyekolahkan anak-anaku ke sekolah umum yaitu SMA Rajagaluh sesuai dengan keinginannya. Kedua anaku memang sekolah satu sekolahan Cuma beda tingkat anaku yang pertama kelas 12 dan anaku yang kedua kelas 8 dan seterusnya demikian sampai ketika kakanya mau lulus dan adiknya naik ke kelas 9 SMA timbulah masalah. Alahamdulillah anak yang pertama lulus dan dapat melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi di Bandung, sedangkan anaku yang kedua masih duduk di kelas 9 SMA waktu itu. Selama ada kakaknya belajarnya terkontrol oleh kakanya. Berangkat bersama pulang bersama. Namun setelah kakaknya lulus nah disinilah kami mulai menemukan hal-hal perilaku yang aneh dalam diri anaku yang kedua ini. Namun kami belum bias memastikan apa penyebabnya yang jelas ketika anaku meminta sebuah motor sesuai dengan keinginannya kamipun memberinya dengan suka hati dan berharap sekolahnya lebih giat. Ketika pulang suka telat dan dengan berdalih melaksanakan kegiatan lain kamipun tak berfikir negative bahkan ketika meminta sebuah kamera DSL waktu karena alasan ektrakurikulernya pemotretan kami pun menyepakatinya kami penuhi. Hari demi hari bulan demi bulan perasaan aneh muncul dalam sikap anak saya ini, mulai terdengar suka main bersama teman-temannya di luar  sekolah sehabis belajar , dan saya coba tanya anak masih menjawab dalam batas wajar   les ke, kelompok kerja ke dsb. Bolehlah orangtua masih percaya. Tetapi setelah lama kelamaan makin terdengar suara yang cukup mengagetkan kami, bahwa anaku ikut bersama geng motor, kami coba telusuri dan kami coba mencarinya namun belum pernah bertemu dengan adanya bahwa anaku masuk ke dalam geng motor tertentu waktu itu terdengar ada yang namanya geng motor XTC ada juga geng motor Moonraker dsb. Hati kami hancur waktu itu kami antara bapak dan ibu saling menyalahkan muncul pertengkaran dsb. Anehnya setelah saya telusuri setiap yang namanya geng motor dan saya coba Tanya sanah sinih anaku ternyata tidak masuk dikatakan ke dalam group geng motor tersebut. Ya allah kenapa mereka selalu mengatakan hal itu dan se akan-akan anaku tidak diberitahu keberdaannya. Apa benar anaku masuk geng motor tertentu atau tidak mereka hanya menjawab sebagai teman baik saja. Demikian dan demikian jawaban yang ditemui kami sebagai orangtua hanya mendapatkan jawaban tidak tahu apabila kami mencoba menelusuri terhadap anggota-anggota yang dianggap masyarakat setempat bahwa mereka yang ditemui kami adalah anak geng motor tertentu atau tidak cukup mengatakan teman biasa dan memang mengenal nama anak kami.
Selanjutnya pembaca yang budiman…….Satu bulan masuk sekolah kelas 9 semester 1 mulailah anaku meminta pindah sekolah ke sekolah lain dengan alasan dan keinginan anak kami, kamipun memenuhinya dan pindahlah sekolah ke sekolah yang lain yang lebih dekat dengan tempat tinggal kami. Kami mencoba memonitor keberdaan anak kami dengan mengantarkan dan menjemputnya setelah pulang sekolah. Begitulah setap hari dan Alhamdulillah berjalan sesuai harapan. Rasanya lega sampai saat itu perilaku anaku mulai membaik walaupun masih ada perasaan ragu dan bimbang hal itu kubuang jauh –jauh biarlah waktu yang berbicara ….bersambung

Monday, June 12, 2023

GURU DAN KURIKULUM MERDEKA ABAB 21

 

Tantangan Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka

Pendahuluan


    Dunia pendidikan selalu mengalami perubahan yang sejalan dengan arah perkembangan kebudayaan dan zaman. Adanya krisis perubahan dan  ketidakstabilan dalam dunia pendidikan disebabkan oleh banyak faktor dan berbagai hal serta kondisi suatu daerah atau negara, salah satunya seperti  dengan adanya kejadian pandemi Covid-19, adanya peperangan, atau bencana lainnya yang bersifat pandemi. Seperti
tahun 2019 yang lalu terjadinya kasus pandemi covid-19 yang menglobal, ini mempengaruhi keadaan pendidikan yaitu dengan terjadinya krisis pembelajaran dan ketidakmaksimalan dalam proses pembelajaran di dalam kelas khususnya di Negara Republik Indonesia.

    Tepat hari ini, Indonesia memasuki tiga tahun pandemi Covid-19. Pada tahun 2019, dunia mengalami pandemi Covid-19, termasuk Indonesia, menyebabkan sistem pendidikan nasional mengalami penurunan kualitas. Oleh karena itu, setiap negara berusaha menemukan sistem pendidikan yang tepat untuk diterapkan. Di Indonesia sendiri berbagai upaya sudah dilakukan, salah satunya mengubah kurikulum.

    Seperti dikutip dari berbagai media sejak awal pertama virus Corona memasuki Indonesia, sudah lebih dari 5,5 juta kasus Covid-19  (JAKARTA, KOMPAS.com) yang melanda Tanah Air. Walaupun sebenarnya, sulit untuk memastikan kapan virus Covid-19 yang mulanya beredar di Wuhan, China, kemudian masuk ke Indonesia.

    Dalam menyikapi permasalahan krisis pembelajaran tersebut di atas karena adanya Covid-19, pemerintah berupaya mengambil langkah strategis dalam mengoptimalkan pembelajaran di sekolah. Maka dari itu, pemerintah meluncurkan kebijakan dalam pembelajaran dapat di lakukan secara luring maupun daring selain itu pula melakukan perubahan kurikulum yaitu Kurikulum Merdeka Belajar atau Kurikulum Prototipe sebagai upaya penghidupan kembali pergerakan pendidikan dari keterpurukan akibat adanya berbagai realitas problematik pendidikan di Indonesia.

    Dengan demikian, pada tahun 2020 Kemendikbudristek mengambil langkah cepat yakni memberikan tiga opsi kurikulum yang dapat diterapkan pada satuan pendidikan meliputi K-13, Kurikulum Darurat (penyederhanaan K-13), dan Kurikulum Prototipe ( Kurikulum Merdeka Belajar). Kurikulum Merdeka Belajar fokus utamanya adalah pencapaian hasil belajar secara konkret yaitu dengan pencapaian pengetahuan perilaku, kemampuan, dan hasil. Selain itu, kurikulum baru ini dinilai mampu beradaptasi dengan permasalahan yang ada karena sifat dari kurikulum ini dijalankan dengan keluwesan atau fleksibelitas yang tinggi.

  Adapun konsep dan arah kurikulum baru ini merupakan sebuah penawar dalam permasalahan yang terjadi pada dunia pendidikan di Indonesia.Kurikulum Merdeka Belajar ini sebenarnya mengalami berbagai tantangan baik yang bersifat dukungan atau penolakan dari segenap elemen pendidikan. Selain itu, jika ditinjau dari esensi perbedaan kurikulum baru dengan kurikulum sebelumnya yaitu Kurikulum 2013 ditemukan perbedaan amanat atau struktur kedua kurikulum tersebut. Kurikulum 2013 membawa amanat pendekatan berbasis sains atau pendekatan saintifik (scientific approach), sedangkan Kurikulum Merdeka mengemban amanat pendekatan berbasis proyek (project based learning).

    Akan tetapi Kurikulum merdeka belajar ini harus dijadikan tantangan bagi sekolah, guru, dan peserta didik karena ketiga subjek tersebutlah yang berperan aktif dalam terlaksananya proses pembelajaran. Menurut (Indarta et al., 2022) untuk menghadapi berbagai tantangan diperlukan sebuah upaya strategis dengan berbagai pemahaman peranan bagi masing-masing elemen atau subjek pendidikan itu sendiri. Peran sekolah harus memilih tetap menggunakan kurikulum lama atau mengganti kurikulumnya sesuai karakteristik sekolah, peran peserta didik harus terus berupaya menjalani kurikulum tersebut dengan belajar sungguh-sungguh sesuai nilai kemerdekaan belajarnya, dan peran guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menggunakan kurikulum baru.

    Seiring dengan mulai diberlakukannya kurikulum merdeka tahun ajaran baru  2023/2024 secara keseluruhan, peran dan tantangan guru menjadi perhatian khusus dalam kebijakan kurikulum baru ini. Diharapkan dengan Kurikulum baru ini dinilai mampu mengembalikan dan memulihkan posisi guru dengan keluwesan tersebut. Hal ini sejalan dengan pendapat (Daga, 2021) kebebasan guru dalam proses pembelajaran merupakan makna dari merdeka dalam pembelajaran yang sesungguhnya. Sistem dari kurikulum ini adalah dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada guru untuk merancang pembelajaran sesuai karakteristik peserta didik. Kurikulum ini dapat menghapus stigma yang beredar di masyarakat yang mengatakan bahwa guru harus "menyetorkan" hasil belajar sesuai kompetensi yang ditetapkan kurikulum.

 

Peran Guru dalam Kebijakan Kurikulum Baru

    Peran dan tantangan guru menjadi perhatian utama dengan adanya kebijakan Kurikulum Prototipe ( Kurikulum Merdeka Belajar). Guru memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menggunakan kurikulum baru. Menciptakan pembelajaran yang efektif, bermakna dan bermutu adalah peran dan fungsi seorang guru.

    Untuk menciptakan pembelajaran yang bermutu tersebut, guru perlu melakukan proses pembelajaran dan penilaian yang mengutamakan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki dari siswa. Selain itu, guru juga perlu memegang prinsip objektivitas, komprehensif, dan kesinambungan serta mengacu pada tujuan. Dalam menerapkan hal tersebut, guru perlu bekerja sama dengan lembaga pendidikan guna melakukan terobosan inovasi dalam mengelola pembelajaran. Namun, masih saja ada guru yang tidak memiliki kesadaran kritis dalam memahami hakikat peran guru dalam pembelajaran sehingga tidak memiliki sikap progresif, adaptif, dan futuristik terhadap kehidupan dan perkembangan zaman. Guru yang tidak memiliki kesadaran kritis seperti itulah yang akan susah mengembangkan pembelajaran dengan kebijakan kurikulum baru ini karena dampak dari pandemi Covid-19 ini masih terasa dalam dunia pendidikan dan harus ditangani salah satunya dengan adanya peran guru sebagai pintu pendidikan.

    Selain itu salah satunya yang menjadi tantangan dalam kurikulum merdeka ini, hilangnya motivasi belajar siswa menjadi titik awal peran guru ini dibutuhkan dalam membangun pembelajaran menggunakan kebijakan kurikulum baru. Karena pembelajaran tidak akan berlangsung dengan bermakna apabila siswa sebagai aktor utama dalam pendidikan tidak memiliki semangat dalam meraih pendidikan itu sendiri. Apalagi dalam mengikuti perubahan pembelajaran pada kurikulum merdeka ini, sudah tentu diperlukan adaptasi terhadap karakteristik siswa tersebut.

    Oleh karena itu, motivasi siswa ini perlu ditinjau terlebih dahulu mulai dari faktor penyebab hingga solusinya. Motivasi dapat menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap ketercapaiannya tujuan pendidikan dari proses pembelajaran yang dilaksanakan. Dengan demikian, guru memiliki peran dalam membangun motivasi belajar siswa guna menyeimbangkan aspek pada siswa agar tercapainya tujuan pembelajaran.

    Permasalahan lain yang mungkin terjadi pada guru untuk menjalankan perannya adalah adanya beberapa guru yang masih belum mengerti cara menggunakan media pembelajaran melalui Imformasi dan Teknologi (IT). Memiliki keterampilan TIK di era digital saat ini sangat penting guna mengembangkan proses pembelajaran yang berinovasi dan berkualitas. Untuk itu, guru dituntut untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengintegrasikan atau memanfaatkan TIK dalam proses pembelajaran, terlebih lagi pada pendidikan modern saat ini.Seperti yang kita ketahui bahwa media pembelajaran merupakan hal penting dalam mendukung proses pembelajaran yang efektif. Dengan adanya kebijakan kurikulum baru yang membebaskan institusi pendidikan sehingga memberi dorongan kepada siswa agar dapat berinovasi dan mengembangkan pemikiran kreatif. Kurikulum ini memberikan ruang yang sangat luas bagi seorang guru guna mengembangkan pembelajaran yang bermutu agar dapat menghasilkan generasi yang terdidik, dan dapat bersaing secara global sehingga meningkatkan kualitas pendidikan. Namun dalam perubahan ini tentunya terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh guru agar pembelajaran terlaksana dengan baik sehingga menciptakan pembelajaran yang efektif dan bermakna dalam mewujudkan kualitas pendidikan Indonesia.

Penguasaan Kompetensi Guru dalam Kebijakan Kurikulum Baru

    Setelah dihadapkan pada tantangan utama abad ke-21, guru lagi-lagi dihadapkan pada tantangan yang disebabkan karena adanya perubahan zaman yaitu tantangan kebijakan Kurikulum Prototipe. Namun dengan adanya sikap terbuka dan mau menerima dalam diri guru serta adanya kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan yang ada maka dapat menjadi peluang dalam menciptakan hal-hal yang positif guna mendukung aktivitas yang dibutuhkan dalam meningkatkan kompetensi guru.

    Selain itu, untuk membantu serta mendukung peningkatan kompetensi guru diperlukannya kerja sama efektif dengan beberapa lembaga pendidikan dan pelatihan melalui kerja sama sumber daya manusia, sarana, dan juga prasarana guna mendukung terwujudnya peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan kebijakan kurikulum baru sesuai dengan yang telah menjadi tujuan dan harapan bersama dalam pengimplementasian kurikulum baru ini.

    Di sisi lain meningkatkan kompetensi, guru juga harus memiliki pandangan yang baik terhadap model pembelajaran yang akan digunakan dalam kebijakan kurikulum baru ini. Seperti yang telah dijelaskan bahwa kurikulum baru ini bersifat fleksibel sehingga model pembelajaran yang digunakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

    Jika ditinjau dari tantangan pendidikan di Indonesia yaitu adanya ketertinggalan pendidikan di Indonesia khususnya dalam literasi, maka dari itu diperlukan model pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan literasi tersebut. Pembelajaran yang “Merdeka” juga harus dilakukan secara inovatif. Dalam hal ini, setiap guru perlu memiliki keterampilan untuk memberikan pengajaran yang inovatif.

    Merdeka Belajar dapat juga menjadi indikator inovasi pembelajaran di era perkembangan teknologi saat ini melalui pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan teknologi dapat melibatkan siswa dengan berbagai jenis rangsangan pembelajaran berbasis aktivitas. Pemanfaatan Teknologi dapat menambah daya tarik penyajian materi, sehingga memacu para siswa dan guru untuk lebih banyak melek media. Artinya Merdeka Belajar tidaklah semata-mata diartikan sebagai kebebasan, tetapi dapat diartikan juga sebagai kemampuan seseorang, keberdayaannya agar mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik. Berbicara tentang pembelajaran yang “Merdeka”, seyogyanya kita juga tidak boleh melupakan model pembelajaran yang selama ini dijadikan sebagai pedoman para guru. Hanya saja, setiap guru harus mulai berani untuk melakukan inovasi serta perubahan dalam kultur pembelajaran.

    Dari penjelasan di atas dapat menarik kesimpulan bahwa kehadiran Merdeka Belajar akan menumbuh kembangkan kembali kebebasan guru dan peserta didik yang selama ini terkesan hilang dan terbelenggu oleh kurikulum dan kebijakan yang sentralistik. Merdeka Belajar  juga akan memberikan peluang bagi guru dan peserta didik untuk menggali segala potensi sumber daya manusia (SDM), potensi budaya dan potensi lingkungan yang ada di sekitarnya sehingga menjadi kekuatan pendidikan yang bermuatan lokal. 

    Harapannya, Merdeka Belajar akan memberikan ruang kepada peserta didik untuk menentukan sikap terhadap pilihan sendiri sedangkan guru dapat memberikan pembelajaran berdiferensiasi sekaligus memberikan stimulus yang dapat menggerakan siswa untuk mengembangkan sikap yang telah dipilihnya. Semoga bermanfaat.

Tuesday, May 30, 2023

Bagaimana Hidup di Masa Pensiun

 

Bahagia dan Sejahtera di Masa Pensiun Tenaga Kependidikan

Purnabakti atau pensiun merupakan tahapan akhir perjalanan karir atau tugas seseorang baik itu sebagai  Tenaga Kependidikan (Tendik) atau tenaga kerja lainnya (Pejabat tertentu, Dosen, Guru, Karyawan dll ) yang akan dilewati. Purnabakti bukanlah akhir dari perjalanan kehidupan melainkan masa dimana berhenti sejenak dari rutinitas pekerjaan kantor sehari-hari untuk kemudian memasuki tahapan tujuan kehidupan yang lebih hakiki, baik untuk keluarga maupun kehidupan sosial. Purnabakti atau pensiun dapat diartikan sebagai masa perubahan, dimana merubah kebiasaan dalam hidup bukanlah persoalan mudah. Semisal seseorang sebagai tenaga kerja di bidang Tendik yang memasuki masa pensiun sebaiknya mempersiapkan mental, emosi, spiritual, pola pergaulan sosial, aktivitas, pekerjaan, dan keuangan pribadi dalam mengisi kehidupan baru setelah pensiun. Oleh karena itu seseorang yang menjelang purnabakti (pensiun) selayaknya mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan baru yang terlepas dari rutinitas kerja sehari-hari. Sebagai seorang yang menjelang purnabakti sebaiknya mempersiapkan diri dan membekali diri agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, kerjaan baru. Dalam menghadapi kehidupan purnabakti kita harus membekali diri untuk memahami informasi, pengetahuan, dan wawasan terkait penyiapan fisik dan psikologis serta administrasi menjelang pensiun dan memahami manajemen / mengelola waktu pensiun dan dapat menjalankan pada masa pensiun sehingga tercapai kehidupan di masa yang akan datang dengan sehat dan bahagia.

Seseorang yang akan purna bakti hendaknya  merencanakan dan mempersiapkan diri diawali dengan Mekanisme Pengusulan Pensiun, informasi tentang Tabungan Pensiun, dan Pengelolaan Pembayaran Dana Pensiun, Persiapan Mental Menghadapi Masa Pensiun, Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga di Masa Pensiun, Hidup Sehat dan Bahagia di Masa Pensiun, serta penyiapan administrasi menjelang pensiun. Berbagai kegiatan harus dipikirkan sesuai dengan kapasitas kita agar kehidupan tetap merasa berarti dalam menjalani masa pensiun di masyarakat. Berbagai kegiatan dapat kita lakukan misalnya kita mencoba mengembangkan hobi yang tertunda, mencari peluang kerja yang menyenangkan, atau bisa juga ikut bekerjasama atau berkelompok bergabung mengikuti kegiatan yang sekiranya dapat memberikan suatu kegiatan yang berarti bagi keluarga dan masyarakat pada umumnya. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat mengikuti mengembangkan bakat kita misalnya di bidang Hidroponik, Peternakan Domba, memelihara ikan, berjualan / buka toko, atau di bidang IT misalnya Digital Marketing, toko online atau Kerajinan Tangan lainnya. Kegiatan-kegiatan tersebut  “sangat bagus dan bermanfaat untuk dilakukan agar dapat memiliki kegiatan yang bermanfaat. 

Memang secara tiori sangat mudah di ungkapkan namun sesuatu yang paling susah adalah memulai sesuatu yang dianggap baru, disamping perlu penyesuaian tenaga pikiran, waktu, bahkan keuangan. Oleh karena itu jangan pernah malu untuk bertanya, berkomunikasi atau membaca dan mempelajari dari apa yang kita inginkan. Kekuatan yang paling utama adalah kemauan yang kuat untuk menyelaraskan waktu dan tenaga yang kita miliki setelah pensiun.

Selain itu dorongan suami atau istri sangat diperlukan maka ajaklah berbicara, berdiskusi tentang apa yang akan kita lakukan di masa pensiun. Bahkan kita bisa juga dengan melakukan berbagai pendekatan kepada mereka yang telah menjalani masa pensiun, berdiskusi atau meminta advis / masukan agar kita dapat menjalani pensiun tidak kaku, atau istilah lainnya terkena power syndrome, merasa tidak memiliki kegiatan yang berarti. Perhatikan kota tempat tinggal kita, potensi daerah kita, dari berbagai keuntungan, kelebihan, kemudahannya dalam memulai sesuatu hal baru. Jangan lupa juga kita harus pula menyesuaikan kondisi fisik kita karena usia kita sudah tidak muda lagi, sesuaikanlah sesuatu kegiatan tersebut mampu kita lakukan tanpa memerlukan pemikiran yang rumit dan menguras tenaga. Ok semoga bermanfaat .....


Tuesday, April 11, 2023

INIKAH AZAB SEORANG SUAMI YANG GAGAL MENDIDIK ANAK

 


SUAMI YANG GAGAL MENDIDIK ANAK

Bissmillahirohmanirrohim.

Dalam alkisah ini saya mencoba menuangkan kegetiran hidup dalam membimbing dan mendidik anak-anaku. Tetapi bukan berarti untuk mengungkapkan bagaimana yang terbaik dalam mendidik anak, namun hanya sebatas goresan kecil untuk merenungi tentang betapa sulitnya membimbing anak dan mendidik anak sesuai harapan dan keinginan kita sebagai orangtua.

Singkat cerita……

Alhmadulillah kami dikaruniai dua orang anak yang kebetulan anak pertamaku seorang laki-laki dan yang kedua seorang perempuan. Namun usia diantara mereka tak begitu jauh usia kelahirannya, karena waktu itu kami tidak merasakan akan mendapatkan karunia Allah yang ke dua. Karena kami menikah bagitu lama baru mendapatkan momongan sekitar 6-7 tahunan sejak kami menikah. Namun Alhamdulillah dengan pengorbanan dan waktu serta do’a selalu kami panjatkan alhasil tahun ke-7 perkawinanku kami mendapatkan keturunan sebagai anak yang pertama seorang laki-laki. Batapa bahagianya kami rasanya lengkap sudah kami sebagai keluarga dengan adanya anak yan kami dambakan.

Seiring waktu berlalu kami berupaya mengasuh anaku dengan sekemampuan kami. Kami bahagia, kami bersyukur atas nikmat Allah yang diberikan kepada kami. Kutatap, kuusap,kubelai anak pertamaku begitu mesra begitu tulus. Tak terasa satu bulan berlalu, dua,tiga dan sebelas bulan berlalu suka duka kujalani dengan sabar dan penuh perhatian. Oh iya kami menikah tahun 1992 dan kami selama lima tahun menabung Alhamdulillah selama lima tahun kami sudah memiliki rumah sehingga anak kami di asuh dalam rumah tangga yang jauh dari kedua orangtua. Namun alhamdulilah kami berusaha memberikan asuhan yang terbaik bagi anaku.

Seiring berjalannya waktu apakah tak ada badai ? Ya badai dalam rumah tangga pasti selalu ada . Termasuk diriku dan keluargaku sebagai seorang suami dan sebagai laki-laki ternyata gelombang  perselisihan selalu ada. Ya diriku memang mungkin termasuk yang memiliki suami ego yang tinggi dan selalu ingin menang sendiri. Ya Allah andai aku menerawang hal itu betapa bodohnya diriku ? Kurang apa waktu itu…Istri yang cantik, harta yang cukup, anugrah anak yang tak ternilai. Pekerjaan yang memadai. Ya kami memang berdua menjadi PNS sebagai seorang guru SMP, pertama isteri seorang guru di sekolah negeri Rajagaluh sedang aku bekerja sebagai seoarang guru di sekolah SMPN 1 Palasah sejak 1990. Jarak rumah dengan sekolahku memang dekat cukup bisa berjalan kaki jika saya mengajar sedang isteriku agak jauh namun beberapa bulan setelah mempunyai anak isteriku pindah juga ke sekolah yang sama yaitu SMPN 1 Palasah. Lengkap sudah keberadaanku saat itu. Rasanya egoku semakin tinggi diriku memang selalu berperilaku yang kurang baik kepada isteriku terkadang suka memarahi, memukul dan ya Allah ampunilah saya betapa kurang ajarnya diriku terkadang suka tergoda oleh wanita lain yaah laki-laki ,namun sekali lagi betapa bodohnya diriku hingga suka melakukan  hal itu. Ya Allah ampunilah saya …..

 

Dan suatu ketika itu sedang berbahagianaya mengasuh anaku yang pertama beberapa bulan kemudaian isteriku mengeluh agak sakit waktu itu di bulan ke dua belas, ya allah kami gelisah  waktu itu bercampur khawatir akan isteriku ada apa dengan isteriku. Saya bawa ke dokter dan apa yang terjadi ternyata dalam rahim ibunya sedang mengandung pula bayi yang kedua. Ya Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu betapa bahagianya kami bercampur haru ternyata kami akan mendapatkan momongan kedua walau usia yang pertama belum genap dua tahun. Begitulan secuil keberadaan keluarga kami waktu itu. Dengan kesabaran dan penghasilan yang pas-pasan kami berusaha untuk membimbing anak yang pertama dan merawat calon anak yang kedua.

Kami sadar anak adalah amanah dari Allah Swt yang diberikan kepada setiap orang tua. Mendidik dan mengasuhnya adalah tanggung jawab dan kewajiban bagi setiap orang tua. Dalam mendidikan anak ada hal-hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap orang tua, disamping memberikan pendidikan umum terbaik, adalah suatu kewajiban orang tua untuk mendidik anak-anaknya khususnya seorang ibu dengan akhlak yang baik yaitu akhlak Nabi Muhammad dan para sahabatnya yang mulia karena kami keluarga muslim. Dan dengan pendidikan yang islami lah yang sesuai dengan Al-Qur'an dan Hadist yang kami ajarkan agar anaku dapat menjadi seorang anak baik dan sukses baik dunia maupun akhiratnya.

Mendidik anak dengan baik merupakan salah satu kewajiban keluarga terlebih  seorang ibu muslimah. Dipunggung ibu tumpuan pendidikan yang baik sehingga seorang ibu adalah tauladan anak-anaknya. Kamipun berusaha senantiasa mendidik anak-anak kami dengan akhlak yang baik, yaitu akhlak Rosululloh  dan para sahabatnya yang mulia. Kami sadar mendidik anak bukanlah (sekedar) kemurahan hati seorang ibu kepada anak-anaknya, akan tetapi merupakan kewajiban dan Fitroh yang diberikan Allah kepada seorang ibu. Mendidik anak pun tidak terbatas dalam satu perkara saja tanpa perkara lainnya, seperti (misalnya) mencucikan pakaiannya atau membersihkan badannya saja. Bahkan mendidik anak itu mencakup perkara yang luas, mengingat anak merupakan generasi penerus yang akan menggantikan kita yang diharapkan menjadi generasi tangguh yang akan memenuhi bumi ini dengan kekuatan, hikmah, ilmu, kemuliaan dan kejayaan. Kemudian menanamkan aqidah yang bersih, yang bersumber dari Kitab dan Sunnah yang shahih.

          Disinilah ego saya sebagai seorang suami ternyata  dalam melakukan pembimbingan, didikan dan motivasi terhadap kedua anaku berat sebelah. Isteriku yang penuh perhatian kepada kedua anaku, kepada kami. Terkadang saya selalu kurang memperhatikan keberadaan tanggungjawabnya sebagai seorang suami yang baik, Ya Allah begitu banyak kesalahan yang saya lakukan terhadap keluarga. Dari mulai mau menang sendiri, tidak mau berkorban, pengasuhan selalu dibebankan kepada isteriku padahal isteriku juga mengajar Tuhan betapa sombongnya diriku waktu itu. Anak-anaku maafkanlah bapakmu yang kurang perhatian kepada kamu semua. Terkadang sebagai seorang suami betapa tak mempedulikan beban isteri saat itu, ya mengajar mencari nafkah, ya mengasuh anaku, sedang aku terkadang main, main dan main yang tak karuan.

 

Pembaca yang budiman

Bulan demi bulan bahkan tahun demi tahun kedua anaku kutempa dengan keimanan dan aqidah islami seadanya. Kubimbing kubina dan kusekolahkan sesuai keingan diri mereka masing-masing. Tak terasa perjalanpun berlanjut entah apa yang kami lakukan selama itu kadang lupa-lupa ingat yang jelas kami berupaya memberikan didikan yang baik bagi kedua anaku. Bekal pendidikan rohani yang harus ditanamkan kepada kedua orang anaku sejak dini kami membangunnya dengan tergopoh-gopoh karena kelakuan saya yang kurang memberi keyakinan dan ketenangan yang kuat dalam hati anak-anak kami tapi mereka kami ajarkan agama islam, mengaji sholat dan  mengajarkan rasa cinta yang besar pada ayah ibu,dan mengajarkan mereka nilai-nilai serta ketrampilan yang akan bermanfaat bagi kehidupan mereka saat dewasa nanti. Selalu mengingatkan pada anak-anak bahwa agar anak-anak selalu menjaga ucapan dan tindakannya. Bersambung…..

Monday, April 3, 2023

MEMILIH SEKOLAH YANG TEPAT

 

INGIN MELANJUTKAN SEKOLAH, TIP MEMILIH SEKOLAH YANG SESUAI 


Bulan Mei adalah bulan kegalauan bagi siswa yang belum  memiliki keinginan yang jelas dalam menentukan pilihan sekolah. Terkadang anak hanya cenderung memilih sekolah karena terpengaruhi oleh teman selama masih dalam satu sekolah sehingga  kecenderungan pemilihan sekolah tidak memperhatikan faktor-faktor yang akan mempengaruhi kelangsungan pendidikannya selama menjadi siswa dalam sekolah tersebut. Dalam memilih sekolah ada banyak yang harus dipertimbangkan orangtua, seperti pembiayaan, letak sekolah, akses tranfortasi, kualitas mutu sekolah, dan yang terpenting juga kemampuan anak itu sendiri. Orangtua tidak wajib memilihkan sekolah dengan pertimbangan orangtua sendiri. Memaksakan kehendak orangtua akan menyebabkan anak menjadi hancur masa depannya. Dalam memilih sekolah yang lebih utama adalah kecocokan keinginan anak dengan sekolah yang menjadi mimpinya. Dari system pembelajaran, budaya sekolah serta lingkungan sekolah itu sendiri.

Setiap orangtua tentu ingin menyekolahkan anak di tempat terbaik, namun memilih sekolah "terbaik" sering kali menempatkan orangtua pada dilema harus memilih sekolah yang mana. Melansir laman Sahabat Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), orangtua disarankan memilih sekolah yang ideal bagi anak. Artinya, kebutuhan setiap anak bisa berbeda sehingga sekolah favorit di kota belum tentu ideal bagi anak.

Saya membaca dan mencoba ikut berbagi ada beberapa sejumlah tips memilih sekolah yang ideal bagi anak, melansir Sahabat Keluarga Kemendikbud :

1. Libatkan anak dalam memilih

Melibatkan anak ketika memilih sekolah merupakan langkah penting. Orangtua perlu memahami bahwa yang nantinya bersekolah adalah anak. Kondisikan agar proses mencari sekolah dasar tidak menjadi beban berat bagi si anak, melainkan menjadi proses belajar yang menyenangkan. Lalu bagaimana jika ternyata pilihan anak jatuh pada sekolah yang menurut orang tua kurang sesuai ? Di sinilah diskusi antara anak dan orangtua diperlukan. Anak akan merasa bangga karena diberi kesempatan memilih dan berdiskusi tentang hal yang penting.

2. Memiliki program yang terukur dan realistis

Banyak ahli yang mengingatkan, sekolah yang memiliki kualitas baik tentu saja memiliki visi dan misi yang jelas, terukur dan realistis. Pernyataan visi dan misi ini dapat dipotret dari beberapa aspek nilai (value) yang ditonjolkan sekolah, antara lain nilai keagamaan, akademis, karakter, perilaku, kecakapan hidup, kemandirian dan nilai kewirausahaan (entrepreneurship).

3. Tidak hanya prestasi akademis

Tak sedikit orangtua yang saat ini masih memandang aspek akademis menjadi pertimbangan pertama dalam memilih sekolah. Maka, tidak mengherankan jika banyak orang tua yang rela melakukan apa saja untuk mendapatkan sekolah dengan prestasi akademik tinggi. Kemendikbud menyarankan baiknya orangtua tidak lagi terjebak pada istilah-istilah sekolah favorit, unggulan, plus, akselerasi, standar internasional dan label-label "wah" lainnya. Sekolah yang baik adalah sekolah yang mampu menggali, menemukan, mengembangkan dan mengoptimalkan seluruh potensi atau kecerdasan majemuk peserta didiknya, tidak hanya pada hanya pada aspek kognitif saja atau academic minded.

4. Peran guru

Kurikulum yang ideal adalah penting, tetapi yang lebih penting yang menjalankannya, yaitu guru. Guru adalah ujung tombak pendidikan untuk mencetak dan mengkader generasi penerus yang didambakan. Apalah artinya kurikulum yang ideal jika tidak didukung oleh pelaksananya, yaitu sumber daya manusia yang cakap. Maka tidak heran, jika pemerintah terus-menerus berusaha meningkatkan kompetensi guru melalui berbagai program, antara lain penataran, beasiswa pendidikan dan program sertifikasi guru. Maka, pilihlah sekolah dengan guru-guru yang memesona dan menginspirasi. Tak hanya tampilan fisik mereka, tetapi perkataan, sikap dan perilaku yang bisa menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan efektif.

5. Kurikulum

Orangtua dan calon siswa disarankan untuk benar-benar jeli dan teliti dalam memilih sekolah, terutama pertimbangan dari sisi kurikulum yang diterapkan sekolah tersebut. Kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan sekolah juga perlu dicermati, dalam konteks apakah kegiatan tersebut dapat mengoptimalkan bakat, minat dan potensi peserta didik. Walaupun penerapan kurikulum ini sudah diatur dan diseragamkan pemerintah, tetapi penyelenggara pendidikan dapat melakukan modifikasi-modifikasi yang disesuaikan dengan kondisi sekolah (kekayaan lokal), lingkungan, dan kebutuhan masyarakat. Di masa pandemi, orangtua dapat menilai apakah sekolah tersebut mampu memenuhi kebutuhan anak di luar akademis meski pembelajaran dilakukan online, misalnya kebutuhan untuk tetap beraktivitas fisik, kebutuhan untuk mengonsumsi makanan sehat, kebutuhan membentuk karakter baik dan sebagainya.

6. Lokasi Sekolah

Meski saat ini pembelajaran masih dilakukan secara daring, mempertimbangkan lokasi atau jarak dari rumah ke sekolah tetap menjadi hal penting. Jangan sampai energi anak menjadi terbuang di jalan. Bisa dibayangkan seorang anak harus bangun pagi-pagi sekali karena letak sekolahnya yang jauh. Tentu ia pulang dalam keadaan lelah karena jarak yang ditempuhnya memakan waktu yang lama. Belum lagi jika terjadi kemacetan lalu lintas, yang bisa mengakibatkan anak sering terlambat pulang maupun masuk sekolah.

7. Pertimbangkan pendidikan agama

Melalui pendidikan agama yang cukup, diharapkan para peserta didik akan memiliki kesadaran dan pemahaman yang benar mengenai tugas, peran dan tanggung jawabnya sebagai hamba Tuhan, sebagai anak, sebagai siswa dan sebagai anggota masyarakat. Dalam implementasinya, anak mampu menghargai orang lain dengan segala perbedaan serta mampu memilah dan memilih kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat. Sehingga, porsi pendidikan agama yang diterapkan oleh suatu sekolah hendaknya menjadi bahan pertimbangan penting orang tua dan anak dalam memilih sekolah. 8. Sarana dan prasarana

Sekolah diibaratkan sebagai rumah kedua bagi anak-anak, sehingga sekolah yang baik mampu memenuhi kebutuhan siswa. Sehingga, komponen pendidikan yang tak kalah penting adalah sarana dan prasarana yang mendukung. Mulai dari bangunan fisik, ruang kelas, taman, perpustakaan, laboratorium, sarana olah raga dan kesenian, arena bermain, kantin, perlengkapan kelas, sampai dengan alat peraga edukasi yang dimiliki.

              Demikian beberapa tip dalam menentukan sekolah bagi anak, semoga dapat bermanfaat dan menjadi pertimbangan dalam menentukan keinginan anak untuk sekolah sesuai dengan cita-cita yang menjadi impiannya.

BAPAK / IBU PERLU TAHU TUGAS WALI KELAS DALAM SEKOLAH

 

PENTINGNYA WALI KELAS DALAM SEBUAH SEKOLAH

Sebelum kita membahas tentang tugas dan peran Wali Kelas dalam sebuah sekolah, mari kita simak dulu pengertian sekolah, apa itu sekolah ?

1. Apa itu Sekolah ?

Pengertian sekolah menurut para ahli adalah lembaga pendidikan yang menyelenggarakan jenjang pendidikan formal, baik dalam bentuk sekolah negeri (dikelola pemerintah) maupun swasta.

Sementara itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), apa yang dimaksud dengan sekolah adalah bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar, serta tempat menerima dan memberi pelajaran menurut tingkatan dan jurusannya.

            Dalam melakukan kegiatan belajar dan mengajar, tujuan sekolah adalah untuk mendidik para siswa di bawah pengawasan guru. Mutu sekolah sangat bergantung pada proses pembelajaran, yang juga bisa ditunjang lewat penyediaan fasilitas, baik dalam bentuk fisik (sarana dan prasarana) maupun kompetensi tenaga pengajar.

            Sebuah sekolah merupakan tempat tinggal kedua peserta didik selain rumah. Oleh karena itu penting bagi para guru untuk selalu memperhatikan dan mengawasi peserta didiknya di sekolah. Untuk memudahkan pengawasan, biasanya pihak sekolah akan menunjuk guru wali kelas sebagai tempat berkomunikasi secara langsung dengan anak didik selama di sekolah. Lantas, apa saja tugas seorang wali kelas? Singkatnya tugas seoarang wali kelas adalah mengenal semua anak didiknya, menyelenggarakan administrasi kelas, mengelola dan mengatur kelas, mengelola data kehadiran dan mengisi laporan hasil belajar.

 2. Apa itu Wali Kelas ?

            Wali kelas adalah guru mata pelajaran yang diberi beban tambahan sebagai penanggung jawab suatu kelas tertentu. Jika di rumah bisa diibaratkan sebagai kepala keluarga. Itulah mengapa, setiap peserta didik di setiap kelas harus patuh dan taat pada instruksi wali kelasnya.  Sementara itu, perbedaan guru kelas dan wali kelas terletak pada tanggung jawabnya. Jika guru kelas hanya bertanggung jawab mengajar mata pelajaran yang diampunya, maka wali kelas bertanggung jawab mengawasi, mengontrol, membina, dan mengatur semua peserta didik di kelas yang dibebankan kepadanya.

3. Tugas Wali Kelas

             Adapun tugas pokok dan fungsi wali kelas adalah sebagai berikut :

1.    Mengenal semua anak didiknya di kelas, seperti jumlah beserta namanya.

2.    Menyelenggarakan administrasi kelas.

3.    Mengelola dan mengatur kelas, contohnya membentuk susunan organisasi di kelas seperti ketua kelas            

     beserta jajarannya, mendampingi ketua kelas menyusun jadwal piket, menyusun denah tempat duduk,     dan 

     sebagainya.

4.    Membuat data statistik, misalnya statistik kehadiran, pencapaian akademik, tingkat kepatuhan peserta     

     didik, dan sebagainya.

5.    Mengisi laporan hasil belajar peserta didik selama satu semester (rapor).

6.    Memantau kehadiran peserta didik serta memotivasi mereka untuk selalu semangat di sekolah.

4. Administrasi Wali Kelas

            Di bagian tupoksi (tugas pokok dan fungsi) wali kelas terdapat poin yang menyebut salah satu tugasnya, yaitu menyelenggarakan administrasi kelas. Administrasi yang dimaksud adalah sebagai berikut :

1. Daftar piket

    Daftar piket membuat jadwal piket seluruh peserta didik di kelas. Dengan adanya jadwal piket diharapkan

    peserta didik bisa lebih disiplin dalam menjaga kebersihan kelas.

2. Jurnal kelas

    Jurnal kelas merupakan daftar kehadiran setiap guru mata pelajaran beserta nama materi yang sedang

    diajarkan lengkap dengan kehadiran peserta didik.

3. Daftar absensi atau kehadiran peserta didik

    Daftar absensi bisa digunakan untuk memantau kehadiran peserta didik selama satu semester.

4. Denah tempat duduk

    Denah tempat duduk harus dibuat sedemikian rupa sehingga meminimalisir konflik antarpeserta didik di

    dalamnya. Artinya, susunan denah tempat duduk disesuaikan dengan kondisi kelas.

5. Struktur organisasi kelas, seperti ketua kelas, wakil, bendahara, dan sekretaris

    Struktur organisasi bisa berupa papan yang ditempelkan di dinding kelas. Tanpa adanya struktur

    organisasi, pembagian tugas di kelas menjadi tidak jelas.

6. Keberadaan lambang negara, foto presiden beserta wakilnya, serta bendera

    Lambang serta simbol-simbol negara tersebut wajib ada di dalam kelas sebagai bentuk penghargaan pada

    para pendahulu. Itulah sebabnya, wali kelas harus memastikan keberadaannya.

7. Daftar mata pelajaran

    Daftar mata pelajaran memuat nama-nama pelajaran dalam satu minggu.

8. Daftar inventaris

    Daftar inventaris memuat nama barang yang ada di kelas beserta jumlahnya, misalnya jumlah kursi, meja,

    papan tulis, dan sebagainya.

9. Laporan hasil penilaian, baik tengah semester maupun akhir semester

    Laporan hasil penilaian biasanya dibagikan di akhir semester sebagai bukti pencapaian peserta didik

    dalam satu semester.

 5. Peranan Wali Kelas

            Peranan wali kelas di sekolah akan berpengaruh pada kesuksesan manajerial suatu kelas. Oleh karena itu, dibutuhkan beberapa syarat menjadi wali kelas, yaitu berperangai baik, memiliki rasa tanggung jawab yang besar, bijaksana, memiliki jiwa kepemimpinan yang baik, memiliki kasih sayang yang besar terhadap anak-anak, penyabar, tegas, dan disiplin. 

Syarat-syarat ini diharapkan bisa jadi dasar pengemban peranan wali kelas. Berikut ini beberapa peranan wali kelas :

1. Peran wali kelas dalam pengelolaan kelas

Tata kelola kelas merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan proses pembelajaran. Jika kelas dikelola dengan baik, semua kegiatan di dalamnya akan berjalan secara terstruktur dan sistematis. Oleh sebab itu, peran wali kelas dalam pengelolaan kelas menjadi sangat penting, yaitu sebagai manajer.

2. Peran wali kelas dalam pembelajaran daring

Pembelajaran secara daring terkadang cukup membosankan bagi peserta didik. Peran wali kelas dalam pembelajaran daring adalah sebagai motivator serta pengontrol kondisi peserta didiknya. Dengan hal itu diharapkan peserta didik bisa selalu semangat dan lebih giat belajar meskipun di rumah saja.

3. Peran wali kelas dalam meningkatkan prestasi belajar siswa

Peran wali kelas dalam meningkatkan prestasi belajar siswa adalah sebagai berikut :

§  Memberikan pendampingan saat peserta didik mengalami kesulitan secara akademik.

§  Memberikan motivasi pendidikan pada peserta didiknya agar tetap semangat dalam menuntut ilmu.

§  Memberikan solusi terkait kendala yang dihadapi peserta didik dalam pembelajaran.

§  Memberikan motivasi pada peserta didik untuk selalu giat dalam belajar, sehingga berdampak pada

     peningkatan prestasinya.

4. Peran wali kelas dalam pelaksanaan bimbingan konseling

Tidak semua peserta didik bersedia melakukan bimbingan konseling dengan guru BK. Dalam hal ini, wali kelas berperan untuk memberikan dorongan serta imbauan agar peserta didik bersedia menemui guru BK. 

Sebelum peserta didik menghadap, Bapak/Ibu juga harus memberikan rekomendasi pada guru BK terkait peserta didik yang membutuhkan bimbingan. Agar peran guru BK bisa berdampak signifikan pada peserta didik, dibutuhkan kerja sama yang saling bersinergi antara pihak BK dan wali kelas. Ok sementara sampai sini dulu pembahasan tentang Wali Kelas semoga bermanfaat.